October 12, 2019

3tahun lalu

Tahun 2016
Saat itu aku berprofesi sebagai Penyiar Radio, Presente di TV lokal, MC di beberapa event besar, dan hanya seorang gadis yang sedang senang-senangnya mencari penghasilan sendiri, menikmati hidup, menjalankan karir, dan berusaha bahagia.

Kemudian di tahun itu aku di lamar oleh kekasihku yg sudah ku pacari sejak 3tahun terakhir dan selama itu kami LDR.

Bahagia? Tentu
Kuakui aku hanya budak cinta yang menunggu di lamar oleh kekasihku.

Apa yang terjadi 3tahun kemudian?
Di tahun pertama aku melepaskan karirku
Di tahun kedua aku berubah menjadi ibu
Di tahun ketiga aku menjadi bussines wife

Apa aku bahagia?
Beberapa bagian hilang dariku dan beberapa yang baru hadir menggantikan yang lama.
Menurutmu?

Aku bersyukur, tapi kadang aku benci
Aku bersyukur atas hidupku yg mungkin di inginkan orang lain.
Tapi aku benci kehilangan kehidupanku yang dulu.
Aku bersyukur atas menjadi istri di umur yang tepat, tapi aku benci kehilangan masa-masa pacaran yang penuh dengan perhatian dan manis manja.
Aku bersyukur atas menjadi ibu dengan anak yang ku sayangi, tapi aku benci kesalahan yg ku buat selalu berdampak padanya.
Aku bersyukur, aku bersyukur, aku bersyukur.

3tahun aku kehilangan hal menyenangkan dan di ganti dengan pengorbanan yang menjadi ladang pahalaku.
3tahun aku menderita dalam tangis diam-diam dalam sujudku karena ku merasa sendiri.
3tahun aku hanya bisa bergantung pada suamiku.
3tahun aku hanya bisa menghabiskan apa yg di hasilkan oleh suamiku.
3tahun aku berusaha bertahan dengan perasaan tak enak hati.
3tahun yang berat namun sangat penuh dengan syukur


Ku harap tahun selanjutnya aku akan lebih bersyukur, lebih bahagia, dan lebih di cinta.

January 15, 2019

cukup

Kadang aku bingung mengapa setiap orang di ciptakan berpasang-pasangan.
Mengapa setiap orang harus hidup bersama.
Karena yang ku rasa hanya sepi.

Kadang juga aku bertanya mengapa kita tidak pernah puas dengan apa yg ada?
Apakah manusia akan seterusnya mencari tanpa merasa berkecukupan?

Yang ku nantikan hanya sebuah kata “sudah, aku bahagia” untuk semua yg ku capai dalam hidup ini. Lalu ku berharap ku mendapat ketenangan yg kekal dalam kehidupan selanjutnya.

apa itu bahagia?

Aku pernah bahagia.
Setidaknya aku bisa berkata aku pernah
Walau mungkin aku lupa rasanya..
Walau tak bisa ku ungkapkan seperti apa rasanya.
Maniskah? Atau masam? Atau pahit?
Yang aku tahu aku pernah bahagia.

September 13, 2017

Cerita kelahiran Reika πŸ‘ΆπŸ»


Akhirnya mencoba memberanikan diri untuk kembali mengingat tentang hari dimana Baby Ei di lahirkan. 
Dimulai dari hari terakhir konsultasi dengan dokter pra-persalinan. Hari itu dapat kabar gembira kalau Ei sehat wal afiat, air ketuban masih jernih dan cukup sampe seminggu kedepan, plus kabar mengejutkan kalau berat badannya sudah mencapai 3,5kg. Yasss! Kaget banget, karena terakhir diperiksa dua minggu sebelumnya bb Reika berhasil turun dari 3,3kg menjadi 2,8kg karena di sempat disuruh diet karbo sama dokter. Then kebetulan dokter yg aku pilih adalah dokter yang pro-persalinan-normal, akhirnya dokternya menyarankan untuk induksi secepatnya jika ingin tetap persalinan normal, diikarenakan kalau menunggu sampai due date berat badannya akan terus bertambah dan kalau Ei sudah semakin besar, akhirnya saya juga gak bisa persalinan normal. Dan sayapun make sure berkali2 "kapan harus induksi dok?" Dan jawaban dokter "secepatnya, kalau bisa malam ini atau paling lambat besok" shock banget yakan? 
Setelah itu mengabari keluarga serta suami yg nun juwuh disana (maklum pasangan LDM) dan akhirnya setelah kontroversi tentang induksi dan efek sampingnya. Kita semua sepakat masuk RS untuk di induksi keesokan harinya.

Then kita mulai cerita di keesokan hari dimana saya akhirnya masuk ke RSIA setelah menunggu Papai nyampe makassar. Yup! dia udah janji soalnya mau nemenin pas bersalin dan mau lgsg meng-adzan-i Reika pada saat lahir jadi harus nungguin dia pulang dulu. Setelah sampai di RSIA di periksa dalam (percayalah ini sangat tidak nyaman tapi harus πŸ˜‚) ternyata masih belom ada pembukaan. Setelah suami registrasi dan segala macam, akhirnya di bawalah saya ke ruang bersalin dan dilakukan Induksi di jam 9 malam. Dan sambil menunggu sampai ada pembukaan disuruhlah masuk ke dalam kamar. Then kembali berusaha biar cepet pembukaannya, entah jalan2 sambil menghentakkan kaki, trus main gym ball (iya saking niatnya bawa gymball ke rs) tapi rasa sakitnya tuh masih B aja masih bisa senyamsenyum. Trus di suruh istirahat sama suster katanya biar gak kecapean, but.. kira2 pada bisa tidur gak sih kalau dalam keadaan gitu? Dimana harus observe rasa sakitnya apakah udah sakit yg berturut2 atau masih berjeda sambil liatin apps kontraksi yg di download. Trus kepikiran juga tentang persalinan yg pertama kali kira2 gimana dan akhirnya sampai pagi gak ada tidur gaessss πŸ˜‚
Pas pagi rasa sakitnya udah berasa nih.. cuma masih bisa senyamsenyum jadi kata mamaku sih belom nih.. katanya kalau udah mau bersalin muka udah gak beraturan bentukannya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Then lgsg kembalilah dari kamar ke ruang bersalin.. setelah itu di periksa dalam (lagi) daaaaaaaan ternyataaaaaaaaaaa jeng jeng jeng masih belum pembukaan 1 gaes 😭😭😭
Setelah suster mengkonfirm akhirnya dokter memutuskan untuk memberikan induksi yang ke-2. Dan rencananya habis induksi mau jalan2 lagi sama suami keliling RS biar cepet pembukaannya. Namun, yang terjadiiiiii... sejam setelah induksi ke-2 ada air segambreng yg keluar, ternyata pecah ketuban dan lgsg dibarengi dengan rasa sakit yaang luaaarrr biasaaaa. Suster masuk dan melakukan periksa dalam (lagi) kirain kalau udah pecah ketuban kan biasanya udah deket banget pembukaan full waktunya bersalin, tapi.. setelah di periksa susternya bilang "baru pembukaan... 1" 😰😰😰 lgsg shock dan itu udah jam 9pagi dan artinyaaaaa udah 12 jam nunggu dan baru pembukaan 1 😫😭 rasanya tuh capek, sambil kesakitan, sambil kecewa, sambil sedih, pokoknya galau abis. 

Setelah pembukaan 1 dan pecah ketuban suster bilang gak boleh banyak gerak.. karena takutnyaa air ketubannya habis dan membahayakan Baby Ei di dalam. Seriously itu sangat susah untuk gak begerak, karena sakit yg luar biasaaa dan otomatis harus balik kanan atau kiri dan tiap bergerak ada air yg merembes 😭😭😭😭 asli galau parah takut Ei kenapa2 di dalam trus sambil nahan rasa sakit aku meluk dan meremas jari mama dan suami ku (terima kasih dan maaf yaah sayang) katanya itu adalah genggaman sy yg paling kuat seumur hidup (iyalah buka air mineral botol aja suka minta tolong bukain) tangan suami udah kayak mau patah katanya seperti kerasukan, doi gak percaya kalau kekuatan sy bisa sampe segitunyaa πŸ˜‚
Menunggu pembukaan dan menunggu dokter tiba rasa sakitnya udah nampol bangeeet gaesssss kayak udah gak tau apalagi rasanya. Mungkin yg mama bilang udah bener kalau udah deket waktu persalinan muka udah gak jelas bentukannya  πŸ˜‚ 
Akhirnya dokter datang di pukul 11:30 dan melihat kondisi plus melakukan pemeriksaan dalam (lagi) dan ternyata baru mau pembukaan 3 😭😭😭😭 galau max dan rasa sakitnya udah gak tertahankan lagi.. trus gak bisa di alihkan rasa sakitnya karena gak bisa bergerak banyak setelah pecah ketuban plus lemes banget karena harus nahan rasa sakit setelah gak tidur semaleman. Dokter ngeliatnya aku udah lemes banget.. dan bener aku ngerasa kayaknya aku gak bisa ngelanjutin, kalaupun aku lanjut nungguinnya kemungkinan pas pembukaan full aku udah gak ada tenaga buat mengejan 😭😭 dan suami aku juga udah gak tega ngeliat aku ☹️

Pada akhirnya Reika di lahirkan secara cesar.
Semua orang yg mendengar pasti bertanya
knp Ei di lahirkan cesar? padahal sy sendiri sudah sangat berusaha dari jauh2 hari ingin persalinan normal. Mulai dari olahraga which mean jalan kaki, yoga, dan memilih dokter yg pro-persalinan-normal. Namun yg terjadi karena gak sanggup dan gak kuat saya dan dokter sepakat melakukan operasi cesar.
Persiapan di lakukan selama kurang lebih stengah jam untuk operasi dan rasa sakit kontraksi induksi (yang katanya 2-3kali lipat sakitnya drpd kontraksi alami) masih berasaa. Mana masuk ruang operasi suami gak ikut lagi (gatau ini udah prosedur rsnya atau gimana) padahal sy sangat butuh di dampingi saat itu, setelah masuk ruang operasi dan di tinggal sendiri beberapa saat dengan rasa sakit.. entah mau pegang apa.. mana gak boleh bergerak banyak.. akhirnya teriak2 istigfar aja sendiri sampai akhirnya di anastesi hilanglah rasa sakit dan stengah kesadaran secara bersamaan. 
Setelah itu Alhamdulillah sy bisa melihat Reika di gendong dokter dan saking lemesnya cuma bisa ngangguk,senyum, dan netesin air mata. Udah gak ada ekspresi atau kata-kata lain.
Setelah liat reika akhirnya sy menutup mata dan udah gak sadar (entah pingsan atau ketiduran aja, intinya gak mati yaah gaes πŸ˜‚) sampai akhirnya di bawa ke ruang pemulihan dan di datengin suami barulah sy sadar.. dan bertanyaa.. Dimana Reika? Trus suami saya bilang "udah sy adzanin tadi, ini dia (sambil ngeliatin fotonya) dia cantik, lucu, dan sangat bersih" trus dia meluk dan nyium kening aku. 
Then setelah itu saya jadi saaaangaaaattt teramat bersyukur sama Allah SWT karena masih di beri kesempatan untuk hidup. Yg ada di kepala saya saat rasa sakit maksimal dan teriak istigfar trus operasi "waah udah nih.. kayaknya mati nih gue habis ini" tapi syukur Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu dan mengurus Ei ❤️

Persalinan kmrn sangat teramat membekas baik di ingatan maupun di perut (bekas jaitan kan haha) πŸ˜‚ dari situ sy berpikir.. mungkin memang sudah jalanNya seperti itu. Dan mungkin Reika yg memilih untuk di lahirkan dengan cara seperti itu.. karena mengingat bb Reika pada saat lahir 3,855kg beda cukup jauh dari hasil pemeriksaan dokter sehari sebelumnya 3,5kg 😁 Kalau di tanya soal adiknya Reika, hahaha jangan dulu deh.. masih mau menikmati masa-masa menjadi Ibu Reika sambil menguatkan iman dan hati kira2 udah bisa apa belom untuk kembali melalui proses persalinan πŸ˜‚
Intinya untuk yang sedang mengandung sekarang dan sebentar lagi mau melahirkan. Mudah2an cerita ini tidak menjadi nightmare tapi menjadi pengalaman untuk buibuk. Karena percaya aja, melahirkan itu adalah proses yg sudah dituliskan di catatan kehidupan kita bagaimanapun proses yg kita jalani. Ingat berserah dan ikutin maunya debay 😊 goodluckπŸ’ͺ

November 22, 2016

It's okay, it is just homesick

Soo happy to be a new marriage couple.
But after married..
The new life story is start begin..
I really happy guys to realize that my love story is not ended like shit with the distance, but that I never imagine, after I am start my new life with my love, I have to leave my life before.. Not really leavin' but there's the new long distance story about my life.. 
The scariest ever..
Long distance relationship with
My family
My friends
And all of my career

It still a same clue guys, life is a choice.
You should choose and take a risk of what you choose.
So here I am now.

Maybe I'm wrong that I've been saying "I think that anyone should be missing me, cuz I don't know they're really need me or just me needed them" its.. You know.. Its totally wrong.. I forget that if anyone miss me, I have to miss them too 😒 (I cried guys really cry) 

I'm happy that I life and always beside my husband.. But I want them (my whole big familly and anything) too. Is it wrong?
I wish that's nothing wrong. 

I think this is just because it's new.. 
I wish that I'm strong enough